Saturday, July 27, 2013

SIMCARD Telepon Sekarang Ini Bisa Dihack

Semakin pintar saja Peretas zaman sekarang. Memanfatkan kelemahan dari SIMCARD (biasa disebut SIM) bisa melakukan pencurian data pribadi, hanya dengan mengirimkan 2 SMS? Penelitian terbaru yang dilakukan analis keamanan, Karsten Nohl, menunjukkan hal tersebut bisa dilakukan. Celakanya, proses hacking ini bisa dilakukan hanya dalam waktu sekitar 2 menit.



Kelemahan enkripsi DES (Data Encryption Standard) yang saat ini diadopsi oleh kartu SIM menjadi sebagai biang kerok dari hadirnya celah keamanan itu. Karsten menjelaskan sepintas bagaimana cara menembus keamanan ini, yaitu dengan mengirim pesan dengan kode khusus yang seakan-akan datang dari operator ke kartu SIM di ponsel. Ponsel kemudian akan menganggap pesan tersebut sebagai pesan kesalahan dan secara otomatis menjawab balik ke pengirim pesan dengan menyertakan semua informasi yang dibutuhkan hacker untuk membobol kunci digital dari kartu SIM.

Akibat dari bobolnya keamanan tadi adalah kontrol penuh hacker tehadap ponsel korbannya. “Kita bisa memasang aplikasi dari jarak jauh. Kita juga bisa memata-matai Anda. Kita tahu kunci enkripsi yang dipakai untuk menelpon. Kita bisa baca SMS Anda. Labih jauh, kita juga bisa mencuri data di kartu SIM, mencuri identitas Anda, atau memakai biling telepon Anda,” jelas Karsten seperti dikutip dari fastcompany.com

Riset hacking Karsten ini dilakukan di 1000 kartu SIM yang dipakai di jaringan seluler negara-negara Amerika Utara dan Eropa. Kendati demikian, Karsten hanya berhasil menembus keamanan pada sekitar seperempat dari kartu-kartu tadi. Itu berarti sekitar setengah dari enam miliar ponsel dunia yang memakai DES, tiga per empat dari satu miliar ponsel memiliki kelemahan ini. Kabar baiknya, kartu SIM dengan sistem ekripsi 3DES baru terbebas dari masalah ini.

Tips Membeli Power Bank yang baik

Aktivitas dan mobilitas  yang tinggi terhadap perangkat gadgets terutama smartphone dan tablet menuntut sumber daya harus tersedia. Kita harus mempunyai cadangan energi (sumber daya) ketika gadgtes kita mengalami lowbat. Ini mungkin bagi sebagian orang terasa mengganggunya. Maka dari diciptakan sebuah alat yang bernama Powerbank. 

Powerbank merupakan gadget yang mudah dibawa kemana-mana dan mampu menyimpan daya dengan kapasitas tertentu yang dapat digunakan untuk mencharger gadget kalian dimanapun dan kapanpun. Jadinya kita tidak akan pusing lagi ketika daya baterai gadget habis bukan? powerbank itu penting bahkan sangat penting bagi kalian yg suka travel or adventure . Nah, bagi kalian yang saat ini sedang mencari powerbank untuk smartphone atau gadget, disini saya akan berbagi sedikit tips dari pengalaman saya memilih powerbank. 
                                              

1. Pahami gadget dan kualtias powerbank Perhatikan daya pada gadget kalian dan daya pada powerbank, jangan sampai kalian membeli powerbank dengan daya yg lebih kecil dr gadget. Rugi.

 2. Perhatikan fitur powerbank  Ini yg terpenting, fitur apa saja yg dimiliki powerbank. misalnya seperti perlindungan dari arus pendek, perlindungan dari overcharger, perlindungan dari temperatur tinggi, dll. 

3. Pastikan baterai powerbank asli bukan refurbishYang ini gak kalah pentingnya, biasanya kalau powerbank murah baterainya dari refurbish. hati hati yaa beli  murah apalagi yang dayanya gede. 

4. Garansi si powerbank Jangan sampai lupa menanyakan garansi dari powerbank yg akan dibeli. biasanya 1-2thn. 

5. Perhatikan konektor powerbank Powerbank harus memiliki kabel A/C, konektor, lampu indikator. saran gunakan kabel konektor dari gadget or smartphone kalian.

 6. Harga. Jangan tergiur harga murah dengan kapasitas yg besar. sekali lagi HATI HATI. murah belum tentu bagus. lebih baik beli mahal tp beli sekali daripada beli murah tp berkali-kali.


sumber : http://blog.creanivate.com/

Wednesday, July 17, 2013

SMARTWATCH 2 Terbaru dari SONY

Sony kembali berkompetsi menghadapi perusahaan sekelas Apple, Google, dan Microsoft, kali ini produsen elektronik Sony pun berupaya menghadirkan sejumlah inovasi pada generasi kedua jam tangan pintar besutannya.

Meskipun sempat mengalami kegagalan pada saat merilis jam tangan generasi pertama, di jam tangan generasi kedua ini Sony menyertakan sejumlah teknologi baru guna mendulang kesuksesan. Sony mengklaim jam tangan pintar Smartwatch 2 nantinya bisa digunakan sebagai remote control ponsel.

Dilansir laman Electronista, Rabu (17/7/2013), Sony Smartwatch 2 dipastikan akan meluncur pada 9 September mendatang. Hal ini seakan mengkonfirmasi kabar yang beredar sebelumnya jika generasi kedua Smartwatch meluncur pada 15 Juli.

Sony merombak hampir keseluruhan Smartwatch 2 yang kini menggunakan layar lebih besar 1,6 inci dan telah mengantongi sertifikasi IP57 yang berarti anti-air dan debu.

Untuk mengisi ulang baterainya, Sony menyertakan port micro USB. Tersedia pula koneksi Bluetooth 3.0, dan koneksi NFC untuk transfer data. Kabarnya saat pertama dirilis Sony Smartwatch 2 akan dibanderol seharga US $150 atau sekitar Rp 1,5 juta

Trends Gadgets...Dari SmartPhone Ke Smartwatch

Smartwatch sepertinya akan menjadi trend produk elektronik ditahun depan. Laporan terbaru dari perusahaan riset pasar Canalys hari Selasa kemarin memprediksi, pada tahun 2014 lebih dari lima juta smartwatch akan dikirim keseluruh dunia.
   
                       
Perusahaan memperkirakan lebih dari 330,000 smartwatch dikirim pada tahun 2012 dan dengan dirilisnya smartwact dari Pebble Watch Canalys memperkirakan, tahun ini pengirimannya akan melonjak melebihi 500,000 unit.

Sementara perangkat generasi baru dari Apple, Google, Microsoft, Samsung dan perusahaan lain menurut perkiraan Canalys akan memacu lompatan besar dalam jumlah pengiriman smartwatch.

Chris Jones wakil presiden sekaligus analis utama Canalys mengungkapkan, smartwatch akan menjadi kategori produk baru yang paling utama dipasar elektronik konsumer sejak iPad didefinisikan sebagai pasar tablet.

Platform software yang terkait dengan smartwatch juga akan menjadi kesempatan luar biasa bagi para pengembang, dalam membangun berbagai kategori aplikasi seperti kesehatan dan kebugaran atau olahraga maupun fitness.

Rumor mengenai smartwach banyak beredar dalam beberapa bulan terakhir. Apple dan Microsoft kabarnya sedang memacu pengerjaan smartwatch, namun sejauh ini belum ada konfirmasi dari kedua perusahaan mengenai peluncuran perangkat tersebut.

Sementara Samsung pada bulan Maret mengungkapkan, pihaknya tengah mengerjakan perangkat wearable (bisa dipakai), yang bisa berfungsi layaknya smartphone. Bahkan Google kabarnya, akan turut serta dalam meramaikan smartwatch, yang pengembangannya dilakukan oleh unit Android.


sumber : bhinneka.com

Tuesday, July 16, 2013

Blackberry di patok dengan harga 990 ribu,, di amazon malah lebih murah 490 ribu

Blackberry, yang sebelumnya di kenal sebagai Research in Motion, memangkas drastis harga ponsel cerdas mutakhirnya, BlackBerry Z10. Di beberapa perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat, AT&T dan Verizon, BlackBerry Z10 kini dibanderol seharga US$99 atau sekitar Rp 990 ribu. Sedangkan di Amazon, Z10 dijual hanya seharga US$49 atau sekitar Rp 490 ribu.

                                        


Pemotongan harga ini bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan BlackBerry.

Perusahaan asal Kanada itu telah kehilangan US$84 juta pada beberapa kuartal baru-baru ini.

"Sekarang merupakan saat yang tepat untuk menurunkan harga,"juru bicara BlackBerry mengatakan pada situs Wall Street Journal. "Ini bagian dari manajemen siklus hidup degan menurunkan harga BlackBerry Z10 agar tercipta peluang berikutnya,"kata juru bicara BlackBerry.

Hal ini berarti BlackBerry tengah menjual saham yang ada sebelum meluncurkan smartphone generasi berikutnya yang serupa dengan BlackBerry Z10. Pemangkasan harga sebelumnya hanya mencapai US$199 atau sekitar Rp 1,99 juta pada empat bulan yang lalu ternyata tidak menunjukkan pertanda baik untuk BlackBerry.

Thorsten Heins, pimpinan eksekutif BlackBerry, mengakui peluncuran BlackBerry Z10 di Amerika Serikat tidak berjalan sesuai harapan. Terlebih lagi, kepala penjualan BlackBerry di Amerika Serikat telah meninggalkan perusahaan itu pada Juni 2013. Maka hal ini menyebabkan BlackBerry harus berjuang keras untuk memenangkan pasar ponsel cerdas agar mampu bersaing dengan iOS, Android dan Windows Phone.

Kantar Worldpanel, peneliti pasar, mengatakan pada Mei 2012 pangsa pasar BlackBerry hanya mencapai 4,6 persen. Sedangkan pangsa pasar sebelumnya berhasil mencapai 50 persen pada beberapa tahun lalu.