Thursday, September 15, 2011

Twitter Miliki 100 Juta Pengguna Aktif


Twitter merayakan prestasi mereka. Kini mereka telah memiliki 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia dengan kesibukan statistik yang selalu diperbarui. Dari sini kita mengetahui bahwa rata-rata ada layanan 230 juta tweet dalam sehari dan setengah dari pengguna aktif mengakses situs Twitter setiap harinya.


Data statistik seperti ini merupakan hal yang langka bagi Twitter sendiri, dan ternyata sekarang telah meyakinkan kita bahwa angka tersebut memang relevan. Yang termasuk di dalam perhitungan angka tersebut adalah Twitter.com, aplikasi resmi Twitter dan aplikasi pihak ketiga.

Untuk situs Twitter saja ada 400 juta pengunjung setiap bulan, naik 70 persen dari awal tahun 2011, sementara 55 persen pengguna aktif berasal dari ponsel. Berbeda dengan Facebook, pertumbuhan Twitter meningkat tahun ini dibandingkan tahun lalu. Twitter mengklaim akan ada 26 juta pengguna yang kemungkinan bergabung sejak Januari.

Sejauh ini Twitter memiliki tim inti berjumlah 20 orang termasuk klien TweetDeck yang diakuisisi pada bulan Mei serta beberapa staf penjualan dan kemitraan komersial.

Wednesday, September 14, 2011

Jenis-jenis Program Jahat(Malicious Program)




Taksonomi ancaman perangkat lunak / klasifikasi program jahat (malicious program):

1. Program-program yang memerlukan program inang (host program). Fragmen
program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu program aplikasi, program
utilitas atau program sistem.
2. Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program sendiri yang
dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi.

Tipe-tipe program jahat :

1. Bacteria : program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi
dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file. Tujuan program ini hanya
satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria yang sederhana bisa hanya
mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem multiprogramming
atau menciptakan dua file baru, masing-masing adalah kopian file program bacteria.
Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya.

2. Logic bomb : logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu
kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, logik
mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak diotorisasi.
• Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak ketika
kondisi-kondisi tertentu dipenuhi.
• Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb adalah ada atau tudak adanya
file-file tertentu, hari tertentu daru minggu atau tanggal, atau pemakai
menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb mengubah atau menghapus
data atau seluruh file, menyebabkan mesin terhenti, atau mengerjakan perusakan
lain.

3. Trapdoor : Titik masuk tak terdokumentasi rahasia di satu program untuk
memberikan akses tanpa metode-metode otentifikasi normal.
• Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemogram untuk
mencari kesalahan program. Debugging dan testing biasanya dilakukan
pemogram saat mengembangkan aplikasi. Untuk program yang mempunyai
prosedur otentifikasi atau setup lama atau memerlukan pemakai memasukkan
nilai-nilai berbeda untuk menjalankan aplikasi maka debugging akan lama bila
harus melewati prosedur-prosedur tersebut. Untuk debug program jenis ini,
pengembang membuat kewenangan khusus atau menghilangkan keperluan setup
dan otentifikasi.
• Trapdoor adalah kode yang menerima suatu barisan masukan khusus atau dipicu
dengan menjalankan ID pemakai tertentu atau barisan kejahatan tertentu.
Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan pemrogram jahat untuk memperoleh
pengkasesan tak diotorisasi.
• Pada kasus nyata, auditor (pemeriks) perangkat lunak dapat menemukan trapdoor
pada produk perangkat lunak dimana nama pencipta perangkat lunak berlakuk
sebagai password yang memintas proteksi perangkat lunak yang dibuatnya.
Adalah sulit mengimplementasikan kendali-kendali perangkat lunak untuk
trapdoor.

4. Trojan horse : Rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program
berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika
dijalankan melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan. Eksekusi program
menyebabkan eksekusi rutin rahasia ini.
• Program-program trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi secara
tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak dapat melakukannya secara
langsung. Contoh, untuk dapat mengakses file-file pemakai lain pada sistem
dipakai bersama, pemakai dapat menciptakan program trojan horse.
• Trojan horse ini ketika program dieksekusi akan mengubah ijin-ijin file sehinga
file-file dapat dibaca oleh sembarang pemakai. Pencipta program dapat
menyebarkan ke pemakai-pemakai dengan menempatkan program di direktori
bersama dan menamai programnya sedemikian rupa sehingga disangka sebagai
program utilitas yang berguna.
• Program trojan horse yang sulit dideteksi adalah kompilator yang dimodifikasi
sehingga menyisipkan kode tambahan ke program-program tertentu begitu
dikompilasi, seperti program login. Kode menciptakan trapdoor pada program
login yang mengijinkan pencipta log ke sistem menggunakan password khusus.
Trojan horse jenis ini tak pernah dapat ditemukan jika hanya membaca program
sumber. Motivasi lain dari trojan horse adalah penghancuran data. Program
muncul sebagai melakukan fungsi-fungsi berguna (seperti kalkulator), tapi juga
secara diam-diam menghapus file-file pemakai.
• Trojan horse biasa ditempelkan pada program-program atau rutin-rutin yang
diambil dari BBS, internet, dan sebagainya.

5. Virus : Kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian
dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih, dengan cara memodifikasi
program-program itu.
• Modifikasi dilakukan dengan memasukkan kopian program virus yang dapat
menginfeksi program-program lain. Selain hanya progasi, virus biasanya
melakukan fungsi yang tak diinginkan.
• Di dalam virus komputer, terdapat kode intruksi yang dapat membuat kopian
sempurna dirinya. Ketika komputer yang terinfeksi berhubungan (kontak) dengan
perangkat lunak yang belum terinfeksi, kopian virus memasuki program baru.
Infeksi dapat menyebar dari komputer ke komputer melalui pemakai-pemakai
yang menukarkan disk atau mengirim program melalui jaringan. Pada lingkungan
jaringan, kemampuan mengakses aplikasi dan layanan-layanan komputer lain
merupakan fasilitas sempurna penyebaran virus.
• Masalah yang ditimbulkan virus adalah virus sering merusak sistem komputer
seperti menghapus file, partisi disk, atau mengacaukan program.
• Siklus hidup Virus melalui empat fase (tahap), yaitu :
Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur. Virus akan
tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu,
kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati
batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini.
Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan kopian dirinya ke
program lain atau daerah sistem tertentu di disk. Program yang terinfeksi
virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat kembali
memasuki fase propagasi.
Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk melakukan fungsi
tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat disebabkan beragam
kejadian sistem termasuk penghitungan jumlah kopian dirinya.
Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya, fungsinya
mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan dilayar atau merusak
seperti merusak program dan file-file data, dan sebagainya. Kebanyakan
virus melakukan kerjanya untuk suatu sistem operasi tertentu, lebih spesifik
lagi pada platform perangkat keras tertentu. Virus-virus dirancang
memanfaatkan rincian-rincian dan kelemahan-kelemahan sistem tertentu.
• Klasifikasi tipe virus :
a. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling
sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi ketika
program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk
diinfeksi.
b. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai
bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang
dieksekusi.
c. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan
menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus.
d. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat
menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus.
e. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi
dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. Penulis virus dapat
melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru (virus creation
toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus baru). Dengan alat
bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus
yang diciptakan dengan alat bantu biasanya kurang canggih dibanding virus-
virus yang dirancang dari awal.

6. Worm : Program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian dari
komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba, worm diaktifkan untuk
mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya propagasi, worm biasanya melakukan
fungsi yang tak diinginkan.
• Network worm menggunakan hubungan jaringan untuk menyebar dari sistem ke
sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat berlaku seperti virus
atau bacteria, atau menempelkan program trojan horse atau melakukan sejumlah
aksi menjengkelkan atau menghancurkan.
• Untuk mereplikasi dirinya, network worm menggunakan suatu layanan jaringan,
seperti : Fasilitas surat elektronik (electronic mail facility), yaitu worm
mengirimkan kopian dirinya ke sistem-sistem lain.
• Kemampuan eksekusi jarak jauh (remote execution capability), yaitu worm
mengeksekusi kopian dirinya di sistem lain.
• Kemampuan login jarak jauh (remote login capability), yaitu worm log pada
sistem jauh sebagai pemakai dan kemudian menggunakan perintah untuk
mengkopi dirinya dari satu sistem ke sistem lain. Kopian program worm yang
baru kemudian dijalankan di sistem jauh dan melakukan fungsi-fungsi lain yang
dilakukan di sistem itu, worm terus menyebar dengan cara yang sama.
• Network worm mempunyai ciri-ciri yang sama dengan virus komputer, yaitu
mempunyai fase-fase sama, yaitu : Dormant phase, Propagation phase, Trigerring
phase, Execution phase.
• Network worm juga berusaha menentukan apakah sistem sebelumnya telah
diinfeksi sebelum mengirim kopian dirinya ke sistem itu.

Tuesday, September 13, 2011

Samsung Perkenalkan Galaxy Tab 10.1 4G


Samsung Kanada baru saja mengumumkan ketersediaan tablet Galaxy Tab 10.1 4G Honeycomb melalui beberapa operator, yaitu Bell, TELUS, Rogers, SaskTel dan Virgin Mobile.



Sayangnya pihak Samsung tidak mengungkapkan informasi mengenai harga tablet tersebut. Ada rumor mengatakan perangkat ini akan dapat dibeli di TELUS dengan harga eceran $649.99, sedangkan Rogers mungkin menawarkan harga $50 lebih murah.

Galaxy Tab 10.1 didukung oleh Android Honeycomb dan dilengkapi dengan prosesor dual-core 1GHz Tegra 2. Layar LCD WXGA 10.1 inci yang lebih besar dengan resolusi 1280x800 pixel, dan speaker surround sound ganda. Selain itu, ada kamera belakang 3MP dengan autofocus dan kamera depan 2MP yang memungkinkan pengguna untuk merekam video full HD.

Yang menjadi titik kekuatan dari tablet ini adalah dengan adanya dukungan jaringan 4G yang mendukung kecepatan HSPA+ hingga 21Mbps, memungkinkan pengguna menikmati pengalaman browsing mobile yang lain daripada yang lain.

Sebagai pemimpin pasar Android, Samsung berkomitmen untuk menyediakan perangkat yang kaya akan fitur-fitur, dan Samsung Galaxy Tab 10.1 adalah aset kami untuk memperluas perangkat portabel pintar", ujar Paul Brannen, wakil presiden Samsung Mobile Kanada.

Meskipun Samsung sempat mengalami kemunduran karena tidak bisa menjual Galaxy Tab di Jerman, namun mereka tampaknya mampu menemukan banyak pasar lain untuk menjual tablet mereka.

Dengan berat hanya 565g (termasuk baterai) dan tebal 8.6mm, membuatnya lebih ringan dan lebih ramping daripada kebanyakan tablet 10 inci yang beredar di pasaran.

Produsen juga membenamkan konektivitas bluetooth 2.1 dengan EDR serta Wi-Fi 802.11 a/b/g/n untuk kecepatan download mobile dan mengurangi waktu transfer data.

Mudah-mudahan Samsung memberikan kabar baik akan hadirnya tablet ini di Indonesia di Indonesia

Peluncuran BlackBerry App World 3.0


Setelah peluncuran Sistem Operasi (OS) BlackBerry 7 pada Rabu (3/8/2011) di Indonesia yang merupakan peluncuran global BlackBerry terbesar didalam sejarah. Kini Perusahaan Research In Motion (RIM) kembali meluncurkan BlacBerry App World 3.0. Namun, versi yang diluncurkan kepada publik nampaknya masih dalam bentuk Beta. Aplikasi, tema dan permainan sepertinya yang akan menjadi target pertama mereka dalam peningkatan dari versi sebelumnya.



Selain itu, App World 3.0 Beta memiliki fitur baru, dijuluki “MY Account”, yang memungkinkan pengguna untuk memiliki akses cepat ke BlackBerry ID dan informasi lainya. Selanjutnya, “My World” akan menerima beberapa peningkatan dalam hal pengelolaan aplikasi dan konten berlangganan. Untuk Social Network, nampaknya App World 3.0 menambahkan kemampuan untuk berbagi aplikasi favorit Anda melalui BlackBerry Messenger, Facebook, Twitter, email, dan RSS.

Inovasi Camcorder Sony DCR-PJ5 dengan Fitur Proyekto



Sony Indonesia menghadirkan produk camcorder terbarunya Handycam DCR-PJ5 yang merupakan camcorder ringan yang dilengkapi proyektor built in. Perekaman video berkualitas HD mampu mengabadikan momen dimanapun dan kapanpun dalam segala aktivitas Anda.Handycam DCR-PJ5 memiliki bentuk yang ringan namun memiliki kemampuan fitur proyektor built-in yang mampu memproyeksikan gambar hingga sebesar 60 inci hanya dalam jarak sekitar 3 meter. Fitur ini telah dilengkapi dengan fitur projector input terbaru yang memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan fiturnya saat dihubungkan melalui sebuah kabel AV.






Handycam DCR-PJ5 mampu merekam gambar detil dari jarak jauh dengan mengandalkan lensa Sony berkemampuan pembesaran optikal dari 57 kali hingga 67 kali. Tingkat pembesaran ini memungkinkan Anda untuk menentukan variasi alternatif perekaman gambar, mulai dari pengambilan secara wide ataupun telephoto. Perekamanan gambar bergerak juga didukung oleh fitur Intelligent Auto dalam 18 skema pemandangan yang berbeda. Terdapat teknologi SteadyShot dan Face Detection yang mampu merekam pergerakkan momen menjadi lebih optimal.Handycam DCR-PJ5 mendukung dua jenis kartu memori, yaitu kartu SD dan memory Stick Pro Duo. Perangkat ini juga menyediakan fitur iDVDirect Express yang memungkinkan Anda melakukan proses burn keping DVD tanpa harus melalui sebuah komputer pribadi. Handycam DCR-PJ5 hadir dengan harga Rp 3.499.000,- dan sudah tersedia sejak bulan Agustus di seluruh dealer resmi Sony Indonesia.